Senin, 14 Juni 2010

PENGUJIAN LOGAM

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah.

Pengujian logam sangatlah diperlukan karena bila tidak logam tersebut dapat menimbulkan efek negative jika digunakan untuk bahan-bahan produksi. Dalam logam tersebut tediri dari sifat-sifat logam diantaranya kekerasan.Kekerasan merupakan salah satu sifat mekanik dari logam. Pengujian kekerasan secara luas digunakan dalam proses inspeksi dan control. Salah saru proses yang mempengaruhi kekerasan suatu material adalah proses heat treatment. Kekerasan sulit untuk didefinisikan karena memiliki arti yang berbeda sesuai dengan bidang pemakaiannya.
Pada pengujian logam kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan suatu logam terhadap indentasi (penekanan) sedangkan didalam mineralogi kekerasan merupakan ketahan suatu mineral terhadap goresan dengan menggunakan standar kekerasan mohs.
Pemilihan logam yang akan digunakan untuk aplikasi ketahanan gesekan (wear resistence) harus mempertimbangkan sifat kekerasan logam tersebut. Hubungan kekerasan sebanding dengan kekuatan logam dimana kekerasan suatu logam akan meningkat maka kekutan logam tersebut juga cendrung meningkat, namun nilai kekerasan ini berbanding terrbalik dengan keuletan dari logam. Meskipun logam keras dipandang lebih kuat daripada logam lunak, namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa tingkat kekerasan bahan yang tinggi belum menjamin bahwa komponen mesin memiliki kekuatan (ketahanan) untuk menerima beban.
Berkaitan dengan penggunaan logam keras dan lunak ini, kita memaklumi bahwa teknologi yang berkembang saat ini di negara kita masih dalam tahap pengembangan teknologi tepat guna dan rekayasa industri yang tingkat resikonya tidak terlalu tinggi, sehingga ketelitian dalam perancangan pun menjadi rendah, sebab perancangan konstruksi mesin berteknologi sederhana tentunya jauh berbeda dengan perancangan konstruksi mesin berteknologi tinggi, dan yang pasti perancangan konstruksi mesin berteknologi tinggi memerlukan pengolahan logam yang berkualitas pula.
Dengan demikian, bahan benda kerja yang baik dan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keras atau lunaknya bahan tersebut, tetapi sangat banyak ditentukan oleh ketepatan memilih bahan sesuai besarnya pembebanan yang diberikan.
Dengan pemilihan bahan yang tepat, akan diperoleh tingkat efisiensi yang tinggi dan dijamin kuat untuk menerima beban.
Pentingnya sifat kekerasan dalam pemilihan material logam untuk peralatan teknik seperti untuk komponen mesin yang mengalami gesekan contohnya piston dan lain sebagainya. Untuk itu diadakanlah pengujian logam yang diantaranya pengujian logam dengan cara merusak dan tidak merusak.


















BAB II
PEMBAHASAN

Kekerasan logam

Kekerasan sulit untuk didefinisikan karena memiliki arti yang berbeda sesuai dengan bidang pemakaiannya. Pada pengujian logam kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan suatu logam terhadap indentasi (penekanan) sedangkan didalam mineralogi kekerasan merupakan ketahan suatu mineral terhadap goresan dengan menggunakan standar kekerasan mohs. Terdapat tiga jenis umum mengenai ukuran kekerasan, yang tergantung pada cara melakukan pengujian yaitu:
1. Kekerasan goresan (scratch hardness) atau kekerasan mohs.
2. Kekerasan lekukan (indentation hardness) menurut Brinel, Rockwell, Vicker, dan Mikrohardness Tuken atau Knoop untuk logam.
3. Kekerasan pantulan (rebound hardness) atau kekerasan dinamik (dynamic hardness).
Kekerasan goresan merupakan perhatian utama para ahli mineral. Dengan mengukur kekerasan, berbagai mineral dan bahan-bahan yang lain, disusun berdasarkan kemampuan goresan yang satu terhadap yang lain. Kekerasan goresan diukur dengan skala Mohs. Skala ini terdiri dari atas 10 standar mineral disusun berdasarkan kemampuannya untuk digores. Mineral yang paling lunak pada skala ini adalah talk (kekerasan goresan 1), sedangkan intan mempunyai kekerasan 10. Kuku jari mempunyai kekerasan sekitar 2, tembaga yang dilunakkan kekerasannya 3, dan martensit 7. Skala Mohs tidak cocok untuk logam, karena interval skala pada nilai kekerasan yang tinggi.
Logam yang paling keras mempunyai kekerasan pada skala Mohs, antara 4 sampai 8. Suatu jenis lain pengukuran kekerasan goresannya adalah mengukur kedalaman atau lebar goresan pada permukaan benda uji yang dibuat oleh jarum penggores yang terbuat dari intan dan diberi beban yang terbatas.
Cara ini merupakan metode yang sangat berguna untuk mengukur kekerasan relatif kandungan–kandungan mikro, tetapi metode ini tidak memberikan ketelitian yang besar atau kemampu-ulangan yang tinggi.
Pada pengukuran kekerasan dinamik, biasanya penumbuk dijatuhkan ke permukaan logam dan kekerasan dinyatakan sebagai energi tumbuknya. Skeleroskop Shore (shore sceleroscope), yang merupakan contoh paling umum dari suatu alat penguji kekerasan dinamik, mengukur kekerasan yang dinyatakan dengan tinggi lekukan atau tinggi pantulan.

PENGUJIAN LOGAM DENGAN CARA MERUSAK
Pengujian Tarik
Didalam hal ini batang percobaan diberi pembebanan tarik yang makin lama makin besar, sampai batang tersebut patah.Dari percobaan ini antara lain ditetapkan tegangan tarik dan patah Batang-batang percobaan dari bahan-bahan yang akan diuji dibubut menurut ukuran-ukuran normalisasi
Pengujian Tekan
Pengujian tekan merupakan kebalikan dari pengujian tarik. Untuk melaksanakan pengujian tekan, kita memerlukan benda uji yang lainnya. Benda uji untuk pengujian tekan mempunyai ukuran-ukuran 1 atau 2 ialah angka-angka perbandingan jarak titik senter : diameter penampang . Benda uji itu dipasang pada mesin penguji (sama dengan pengujian tarik) dan leh gaya tekan yang akan semakin bertambah besar akhirnya menekan pada batang tersebut, maka batang ini akan menjadi pendek dan akhirnya rusak dan pecah.
Pengujian Lengkung
Untuk menetapkan kekuatan lengkung, maka sebuah batang percobaan diletakkan di atas sebuah roda sebagai titik tumpuan dan di tengah-tengah batang itu dengan sebuah stempel lengkung dibebani oleh suatu gaya P yang diperbesar secara teratur.
PENGUJIAN LOGAM DENGAN CARA TIDAK MERUSAK
Pengujian logam dengan cara tidak merusak atau non destrtructive testing (NDT) memiliki lingkup bidang yang sangat luas, cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peran yang sangat penting guna memberikan jaminan bahwa srtuktur dan system komponen berfungsi dengan baik serta efisien biaya.Non destructive testing adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan memiliki mutu yang baik sesuai dengan standar yang berlaku. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen dalam proses produksi terutama unuk industri fabrikasi.
Dalam aplikasinya NDT menggunakan bermacam-macam metode yang sekarang terus berkembangkan untuk memperoleh cara yang lebih baik. Beberapa metode Non Destructive Testing meliputi:
Visual Inspection ( VT )
Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil dalam melaksanaknan NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi pada material. Dalam hal ini tentu saja adalah retak, cacat yang dapat terlihat oleh mata telanjang atau dengan bantuan alat seperti kaca pembesar, kaca atau borescopes.
Liquid Penetrant Test ( PT )
Liquid Penetrant Test atau biasa disebut Dye penetrant test merupakan salah satu metode NDT. Metode ini digunakan untuk menemukan cacat di permukaan dari suatu maerial, baik logam maupun non logam, seperti keramik dan plastik fiber. Melalui metode ini, cacat pada permukaan material akan terlihat. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan material yang diinspeksi, biasanya warna merah. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskositas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan dengan cairan pembersih. Cacat akan nampak jika ada cairan penetrant yang tertinggal dicelah permukaan material setelah developer disemprotkan. Untuk menentukan cacat atau tidaknya suatu mmaterial tergantung standar apa yang digunakan serta pengalaman dari non Destructive technician itu sendiri, sebab butuh ketelitian tinggi walaupun metode ini terlihat sederhana.

Magnetic Particle Inspection ( MT )
Dengan menggunakan metode ini, cacat permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface) suatu komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui. Prinsipnya adalah dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji. Adanya cacat yang tegak lurus arah medan magnet akan menyebabkan kebocoran medan magnet. Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat pada material. Cara yang digunakan untuk memdeteksi adanya kebocoran medan magnet adalah dengan menaburkan partikel magnetik dipermukaan. Partikel-partikel tersebuat akan berkumpul pada daerah kebocoran medan magnet. Kelemahannya, metode ini hanya bisa diterapkan untuk material ferromagnetik. Selain itu, medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau memotong daerah retak serta diperlukan demagnetisasi di akhir inspeksi.

Eddy Current Test atau Elektromagnetic Test ( ET )
Inspeksi ini memanfaatkan prinsip elektromagnet. Prinsipnya, arus listrik dialirkan pada kumparan untuk membangkitkan medan magnet didalamnya. Jika medan magnet ini dikenakan pada benda logam yang akan diinspeksi, maka akan terbangkit arus Eddy. Arus Eddy kemudian menginduksi adanya medan magnet. Medan magnet pada benda akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan dan mengubah impedansi bila ada cacat. Indikasi cacat dapat terlihat saat menaburkan serbuk magnetik diatas permukaan material.
Keterbatasan dari metode ini yaitu hanya dapat diterapkan pada permukaan yang dapat dijangkau. Selain itu metode ini juga hanya diterapkan pada bahan logam saja.
Ultrasonic Inspection ( UT )
Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara. Gelombang suara yang dirambatkan pada spesimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan interpretasikan. Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi 0.5 – 20 MHz. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void, retak, atau delaminasi pada material. Gelombang ultrasinic ini dibnagkitkan oleh tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat menubah energi listrik menjadi energi getaran mekanik kemudian menjadi energi listrik lagi.
Radiographic Inspection (RT)
Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma. Prinsipnya, sinar X dipancarkan menembus material yang diperiksa. Saat menembus objek, sebagian sinar akan diserap sehingga intensitasnya berkurang. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film yang sensitif. Jika ada cacat pada material maka intensitas yang terekam pada film tentu akan bervariasi. Hasil rekaman pada film ini lah yang akan memeprlihatkan bagian material yang mengalami cacat.
Acoustic Emission Testing (AE)
Acoustic Emission (AE) adalah keluarnya gelombang akustik, dalam range frekuensi 20 Khz – 1 Mhz, dari suatu material ketika material tersebut mengalami pembebanan/ stimulasi oleh gangguan luar. Emisi akustik ini dibangkitkan dari deformasi lokal, misalnya berupa retak (crack) yang mengakibatkan stress lokal dan mengemisikan energi pulsa elastik yang akan merambat ke seluruh interior material. Sensor diletakkan pada permukaan komponen / struktur material untuk menangkap energi ini. Sinyal emisi diamplifikasi dan difilter oleh sistem pengolah sinyal untuk kemudian dimonitor pada layar PC secara real time. Lokasi kerusakan material dapat diketahui dengan cara mengekstrak koordinat sumber AE seakurat mungkin. Sangat berguna untuk investigasi kerusakan lokal, khususnya dalam skala mikro, di dalam material. Selain itu mampu memonitor seluruh sistem secara bersamaan dan real time, bahkan saat material tersebut sedang dioperasikan dalam suatu kegiatan industri.
LEAK TEST ( LT )
leak test adalah pengujian tingkat kebocoran yang terjadi pada komponen yang bertekanan saat berada pada kondisi tertutup rapat Metode ini dapat diaplikasikan dengan menggunakan electronic listening devices, pressure gauge measurements, gas dan cairan penetrant, atau cara yang sederhana menggunakan busa sabun. Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun.
Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N2).
Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box.

BAB III
PENUTUP

Pengujian logam diantaranya ada 2 cara, yaitu dengan cara merusak dan tidak merusak. Dengan cara merusak diantaranya dengan cara pengujian tarik, pengujian tekan, dan pengujian lengkung. Pengujian dengan cara tidak merusak diantaranya Visual Inspection ( VT ), Liquid Penetrant Test ( PT ), Magnetic Particle Inspection ( MT ), Eddy Current Test atau Elektromagnetic Test ( ET ), Ultrasonic Inspection ( UT ), Radiographic Inspection (RT), Acoustic Emission Testing (AE), LEAK TEST ( LT ). Dari pengujian logam tersebut kita dapat mengetahui kekuatan dari logam tersebut.











DAFTAR PUSTAKA


1. ASTM International, Volume ASTM tak rusak Pengujian 03,03
2. ASNT, Nondestructive Testing Handbook ASNT, Buku Panduan Uji tak rusak
3. Bray, DE and RK Stanley, 1997, Nondestructive Evaluation: A Tool for Design, Manufacturing and Service ; CRC Press, 1996. Bray, DE dan Stanley RK, 1997, Evaluasi tak rusak: Sebuah Alat untuk Desain, Manufaktur dan Layanan; CRC Press, 1996.
4. Hellier, C., Handbook of Nondestructive Evaluation , McGraw-Hill Professional; 2001 5. Hellier, C., Buku Panduan Evaluasi tak rusak, McGraw-Hill Professional; 2001
6. Koswara, Engkos. “Pengujian Logam” Humaniora Utama Press Bandung, Bandung. 1999
7. Djaprie , Sriati . “ Metalurgi Mekanis “ jilid 1 Erlangga , Jakarta . 1992
8. Buku panduan praktikum Laboratorium Metalurgi II FT. UNTIRTA , BANTEN ( 2008)
9. Bradbury, “Dasar Metalurgi Untuk Rekasasawan” PT. Gramedia Pustaka Utama. 1997
10. Djaprie, Sriati. “Teknologi Mekanik” jilid 1 Erlangga, Jakarta. 1992
11. Avner, S.H., “Introduction to Physical Metallurgy”, Mc. Graw-Hill, New York, 1964.
12. Afandi, Ahmad. “Pengujian Kekerasan Logam”. : Blogger.

PRINSIP CARNOT

6.8 PRINSIP CARNOT


Hukum termodinamika yang kedua menempatkan pembatasan pada operasi alat siklis seperti yang dinyatakan oleh Kelvin-Planck dan clausius. Suatu mesin kalori tidak bisa beroperasi dengan menukarkan panas dengan reservoir tunggal dan suatu lemari es tidak bisa beroperasi tanpa suatu energi yang masuk dari suatu sumber eksternal.
Kita dapat menarik kesimpulan berharga dari statemen ini. Dua kesimpulan berkenaan dengan efisiensi termal mesin kalor reversible dan irreversible (yaitu mesin nyata), hal ini mereka dikenal sebagai prinsip carnot. Yang dinyatakan sebagai berikut:
1. Efisiensi dari suatu mesin kalori irreversible selalu kurang dari efisiensi yang reversible yang beroperasi di antara dua reservoir yang sama.
2. Efisiensi dari semua mesin kalori reversible yang beroperasi di antara dua reservoir yang sama adalah sama

Dua statemen ini dapat dibuktikan dengan menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap yang manapun statemen mengakibatkan pelanggaran terhadap hukum termodinamika dua.
Untuk membuktikan statemen yang pertama ketika menunjukkan di dalam gambar:



Satu Mesin adalah reversible di dalam yang lain irreversible. Sekarang masing-masing mesin di dalam menyediakan bersama dengan yang sama jumlah panas QH. Jumlah kerja yang diproduksi oleh mesin kalor reversible adalah Wrev, dan jumlah yang diproduksi mesin kalor irreversible adalah Wirrev.
Di dalam pelanggaran menyangkut prinsip carnot yang pertama, kita berasumsi bahwa mesin kalori yang tidak dapat diubah (irreversible) lebih efisien dibanding satu yang dapat dibalik (reversible) dan dengan demikian meng hasilkan kerja lebih banyak disbanding yang dihasilkan mesin reversible. Sekarang biarkan mesin kalori yang dapat dibalik dan beroperasi sebagai lemari es. Lemari es ini akan menerima suatu masukan pekerjaan Wrev dan menolak panas kepada reservoir temperatur yang tinggi.
Karena lemari es sedang melepas panas sejumlah QH kepada reservoir temperatur yang tinggi dan mesin kalori yang tidak dapat diubah sedang menerima yang sama jumlah panas dari reservoir ini, panas menukar untuk reservoir ini adalah nol. Begitu, bisa jadi dihapuskan dengan mempunyai nikmat lemari es membebaskan QL secara langsung ke dalam mesin kalori yang tidak dapat diubah itu.
Prinsip Carnot yang kedua dapat juga dibuktikan di dalam suatu cara serupa. Waktu ini, mari kita menggantikan mesin/motor yang tidak dapat diubah oleh mesin reversibel yang yang lain jadilah lebih efisien dibanding mesin reversibel yang pertama itu. berikut melalui pemikiran yang sama, kit mempunyai mesin/motor yang produssces suatu jumlah pertukaran panas dengan reservoir tunggal, yang mana adalah suatu pelanggaran menyangkut hukum yang kedua . oleh karena itu, kita menyimpulkan yang tidak ada mesin kalori dapat dibalik dan lebih efisien dibanding yang dapat dibalik yang beroperasi antar[a] yang sama dua reservoir, dengan mengabaikan bagaimana siklus diselesaikan atau macam aktip cairan menggunakan.



6.9 SKALA SUHU TERMODINAMIK

Suatu skala suhu yang itu adalah tidak terikat pada kekayaan dari unsur yang digunakan untuk mengukur temperatur disebut suatu skala suhu termodinamik.
Carnot prinsip dibahas yang kedua di (dalam) bagian 6-8 negara bahwa semua mesin kalori dapat dibalik mempunyai efisiensi [yang] yang berkenaan dengan panas yang sama ketika operasi antar[a] yang sama dua reservoir ( Buah ara. 6-42). Itu adalah, efisiensi suatu mesin reversibel adalah tidak terikat pada aktip cairan mempekerjakan dan ist kekayaan, cara siklus dieksekusi, atau jenis mesin reversibel menggunakan. [Karena;Sejak] reservoir energi ditandai oleh temperatur mereka, efisiensi [yang] yang yang berkenaan dengan panas [dari;ttg] mesin kalori dapat dibalik sekedar fungsi [menyangkut] temperatur reservoir . Itu adalah,

or


karena nth=1-QL/QH. di dalam hubungan ini TH dan TL menjadi temperatur dari reservoir temperatur tinggi dan rendah, yang berturut-turut. fungsi dari ( TH,TL) dapat dikembangkan dengan bantuan dari tiga mesin kalor reversible

Gambar 6.2: Pengaturan mesin kalori untuk mempertunjukkan skala suhu termodinamik


Mesin A dan C menyediakan dengan jumlah panas Q1 yang sama dari high-temperature reservoir pada T1. Mesin C melepas Q3 untuk low-temperature reservoir pada T3. Mesin B menerima panas Q2 yang ditolak oleh mesin/motor [Adalah] suatu pada temperatur T2 dan menolak panas di (dalam) jumlah Q3 kepada suatu reservoir pada T3. Jumlah panas yang ditolak oleh mesin B dan C harus yang sama karena mesin A dan B dapat dikombinasikan ke dalam satu mesin reversibel yang beroperasi antara reservoir yang sama ketika mesin C yang dikombinasikan akan mempunyai efisiensi yang sama mesin C. karena panas masuk ke mesin C menjadi sama halnya panas masuk kepada mesin yang dikombinasikan A dan B, kedua-duanya sistem harus menolak yang sama jumlah panas.



Kita memilih siklus maka Q1 menjadi yang sama untuk Suatu dan C. Juga Q3 menjadi yang sama untuk B dan C. Karena suatu Daur Carnot

Juga


Tetapi

Karenanya

Kita begitu menyimpulkan bahwa F(T1,T2) mempunyai format f(T1)/f(T2), dan dengan cara yang sama F(T,T)=f(T)/f(T) Perbandingan dari panas yang yang ditukar kemudian.

Secara umum,


sedemikian sehingga perbandingan dari panas ditukar adalah suatu fungsi yang menyangkut temperature itu. Kita bisa memilih manapun fungsi yang mengenai bunyi mendatar, dan satu pilihan menjadi yang paling sederhana: f(T)=T. Ini menjadi skala temperatur yang thermodynamic, Q/Q=T/T. Temperatur digambarkan di (dalam) cara ini menjadi sama halnya itu untuk gas ideal; skala suhu termodinamik dan gas ideal skala adalah padanan.
6-10 CARNOT MESIN KALORI


Mesin kalor hipotetis yang beroperasi pada siklus carnot reversible disebut mesin kalor carnot. Efesiensi termal sembarang mesin kalor, reversible atau irreversible diberikan oleh pers:


Di mana QH adalah panas yang ditransfer ke mesin kalor dari suatu high-temperature reservoir pada TH, dan QL adalah panas dilepas ke suatu low-temperature reservoir pada TL. Untuk mesin kalor reversible, pemindahan kalor pada rumus tersebut dapat digantikan oleh suhu mutlak dua reservoir. Kemudian efisiensi suatu mesin carnot, atau atau sembarang mesin kalor reversible lain, menjadi




Hubungan ini adalah sering dikenal sebagai carnot efisiensi, sinus carnot mesin kalori menjadi yang terbaik mengetahui mesin reversibel. Ini menjadi efisiensi yang paling tinggi adalah suatu mesin kalori yang beroperasi antara kedua reservoir energi yang berkenaan dengan panas pada temperatur T dan H dapat mempunyai ( Buah ara. 6-46). Semua tidak dapat diubah ( yaitu, nyata) mesin kalori yang beroperasi antar[a] batas temperatur ini ( T dan H) sudahkah menurunkan effeciencies. Suatu mesin kalori nyata tidak bisa menjangkau efisiensi yang teoritis maksimum ini menghargai sebab adalah mustahil ke dengan sepenuhnya menghapuskan semua irrevesibilas yang dihubungkan dengan siklus yang nyata.
Bahwa T dan H di (dalam) Eq. 6-18 adalah temperatur mutlak. Gunakan[lah oc untuk temperatur di (dalam) hubungan ini memberi hasil yang nyata sekali salah. efisiensi yang Yang yang berkenaan dengan panas [dari;ttg] mesin kalori dapat dibalik dan nyata yang beroperasi antara batas temperatur yang sama bandingkan sebagai berikut ( Buah ara. 6-47)



Kebanyakan work-producing alat ( mesin kalori) sedang bekerja hari ini mempunyai efisiensi di bawah 40% , yang mana nampak sanak keluarga rendah kepada 100% . Bagaimanapun , ketika capaian mesin kalori nyata adalah assessed,the efisiensi harus tidak dibandingkan ke 100%;instead,they harus dibandingkan kepada efisiensi suatu mesin kalori dapat dibalik yang beroperasi antara temperatur yang sama membatasi - sebab ini adalah batas atas teoritis benar untuk efisiensi bukan 100%.
efisiensi Yang maksimum suatu tenaga uap pabrik yang beroperasi antara T
ditentukan dari Eq.6-18.Compared dengan nilai ini , suatu efisiensi yang nyata 40% tidak nampak sayang sekali , sungguhpun ada keheningan banyak dari ruang untuk peningkatan.
Adalah jelas nyata dari Eq.6-18 bahwa efisiensi suatu carnot mesin kalori meningkatkan T ditingkatkan , atau sebagai T dikurangi, atau sebagai T dikurangi. Ini diharapkan untuk diharapkan karena T berkurang, demikian juga jumlah yang ditolak naik darah, dan T mendekati nol, carnot efisiensi mendekati kesatuan. Ini adalah juga benar untuk mesin kalori nyata. efisiensi yang Yang yang berkenaan dengan panas mesin kalori nyata dapat dimaksimalkan dengan penyediaan panas kepada mesin/motor di temperatur mungkin yang paling tinggi ( yang terbatas oleh kekuatan material) dan menolak panas dari mesin motor di temperatur mungkin yang paling rendah ( yang terbatas oleh temperatur dari medium yang mendingin seperti sungai, danau, atau atmospir).

CONTOH 6-5
Suatu mesin kalor carnot yang menerima kalor 500 kj saban siklus dari suatu sumber bersuhu tinggi pada 652 C dan melepaskan kalor ke reservoir dinginbersuhu rendah pada 30 C. tentukan (a) efesiensi termal dari mesin carnot ini, dan (b) jumlah kalor yangf dilepaskan ke rteservoir dingin saban siklus.
SOLUSI: (a) Mesin kalor carnot adalah suatu mesin kalor reversibl, dan dengan demikian efesiensinya dapat ditentukan dari rumus



Artinya mesin kalor carnot ini mengkonversikan 67,2 persen dari kalor yang diterima menjadi kerja.
(b) Jumlah kalor yang dilepas oleh mesin kalor reversible inidapat ditentukan dengan mudah.

Oleh karena itu,. Mesin kalor carnot ini membebaskan 163.8 kl dari 500 kj kalor yang di terimanya pada setiap siklus dari suatu reservoir dingin.
Mutu energi


Carnot mesin kalori di dalam contoh 6-5 menerima panas dari suatu sumber pada 925 K dan mengkonversi 67.2 persen tentangnya untuk bekerja sedang penolakan sisanya ( 32.8 persen) suatu karam pada 303K. sekarang mari kita menguji bagaimana efisiensi yang yang berkenaan dengan panas bervariasi dengan temperatur sumber ketika karam temperatur tetap.

Efesiensi termal suatu mesin kalor carnot yang melepaskan kalor ke reservoir dingin pada 303 K dievaluasikan padaberbagai suhu reservoir sumber. Jelas bahwa efesiensi termal menurun ketika suhu reservoir sumber diturunkan. Jika kalor disediakan bagi nesin kalor pada 500 K alih-alih 925 K. misalnya: efesiensi termal turun dari 67.2 menjadi 39.4 persen. Artinya, bagian kalor yang dapat dikonversi menjadi kerja turun sampai39.4 persen ketika suhu sumber turun menjadi 500 K. ketika suhu sumber 350 K, fraksi ini menjadi 13.4 persen saja.
Pekerjaan adalah suatu bentuk energi yang lebih berharga dibanding panas 100% tentang pekerjaan dapat dikonversi untuk memanaskan, tetapi hanya suatu pecahan panas dapat mengkonversi untuk bekerja. Ketika panas ditransfer dari suatu high-temperature badan adalah suatu temperatur yang lebih rendah,itu diturunkan pangkat karena lebih sedikit tentangnya sekarang dapat dikonversi untuk bekerja. Sebagai contoh, jika 100 kj panas ditransfer dari suatu badan pada 1000K pada suatu badan pada 300 K, di dan kita akan mempunyai 100 kj dari energi yang berkenaan dengan panas menyimpan pada 300 K, yang mana tidak punya nilai praktis. Tetapi jika konversi ini dibuat melalui suatu mesin kalori, sampai kepada 1- 300/1000=70% tentangnya bisa dikonversi untuk bekerja, yang mana adalah amore bentuk energi berharga. Begitu 70 kj potensi pekerjaan disia-siakan sebagai hasil haet perpindahan ini, dan energi diturunkan pangkat.

Kwantitas (me)lawan Berkwalitas di (dalam) Hidup Sehari-Hari

Kadang-Kadang krisis energi, kita dibom dengan artikel dan pidato/suara pada bagaimana cara " memelihara" energi. Sekalipun begitu kita semua mengetahui bahwa kwantitas energi telah dipelihara. Apa yang tidaklah dipelihara menjadi mutu energi, atau potensi pekerjaan energi. Pemborosan energi adalah bersinonim untuk mengubahnya pada suatu lebih sedikit format bermanfaat. Satu unit high-qualas energi yang dapat lebih berharga dibanding tiga unit lower-qualas energi.
Contoh yang lain dengan mana kebanyakan orang-orang akan mengidentifikasi adalah multibillion dolar diet industri, yang mana adalah terutama semata berdasar pada hukum pertama temmodinamika . Ini adalah juga ditetapkan oleh belajar pertunjukan itu yang calories datang itu dari karbohidrat dan protein. Suatu Stanford studi menemukan berat/beban badan itu dihubungkan dengan ft calories tidak mengkonsumsi dan calories dengan sendirinya. Suatu Harvard studi tidak menemukan korelasi antara calories makan dan derajat tingkat kegendutan. Suatu cornell utama survei univsas menyertakan 6500 peopel di dalam hampir semua provinsi Cina/ keramik menemukan bahwa Cina makan more-gram untuk gram, kalori untuk calorie-than Orang Amerika lakukan tetapi mereka menimbang lebih sedikit, dengan lebih sedikit badan gemuk. Studi menunjukkan bahwa tingkat tarip dan hormon tingkatan metabolisme ber;ubah kelihatan jelas di dalam mid-30s. beberapa peneliti yang conluded yang memperpanjang diet memberi pengajaran

REFRIGERATOR DAN POMPA KALOR CARNOT



Suatu refrigerator atau pompa kalor yang beroperasi pada siklus carnot reversible disebut refrigerator carnot, atau pompa kalor carnot.

atau



Dimana adalah jumlah kalor yang diserap dari bersuhu rendah medium dan QH adalah jumlah kalor yang dilepaskan ke medium bewrsuhu tinggi. COP dari smua refrigerator atau pompa kalor reversible (seperti carnot) dapat di tentukan dengan mmenggantikan nisbah perpindahan kalor dalam rumus diatas dangan nisbah suhu mutlak medium bersuhgu tinggi dan medium bersuhu rendah. Oleh karena itu, rumus COP untuk pompa kalor dan refrigerator reversible menjadi:



Ini adalah koefesien untuk kerja yang paling tinggi yang dapat dimiliki oleh refrigerator atau pompa kalor yang beroprasi diantara batas suhu TL dan TH. Semua pompa kalor atau refrigerator nyata yang beroprasi antara batas suhu ini (TL dan TH) akan menpunyai koefesien untuk kerja lebih rendah.

Koefisien unjuk kerja nyata dan refersible lemari es yang beroperasi antara batas temperatur yang sama dapat comparet sebagai berikut.
Suatu hubungan serupa dapat diperoleh untuk pompa bahang dengan menggantikan semua
Polisi dari lemari es atau pompa bahang dapat dibalik menjadi yang maksimum theo retical menghargai untuk temperatur yang ditetapkan membatasi lemari es atau pompa bahang nyata boleh mendekati nilai-nilai ini sebagai busur lingkaran/lingkungan disain mereka meningkatkan tetapi mereka tidak pernah dapat menjangkau.
Sebagai catatan akhir adalah polisi kedua-duanya lemari es dan pompa bahang berkurang ketika berkurang apakah itu requers lebih pekerjaan ke kalor yang diserap membentuk lower-temperature media sebagai temperatur dari mendinginkan ruang mendekati nol jumlah pekerjaan memerlukan untuk menghasilkan suatu jumlah terbatas pendinginan mendekati ketidak terbatasan dan polisi mendekati nol.

CONTOH 6-6 KLAIM AQUESTIONABLE UNTUK SUATU LEMARI ES
Suatu klaim pencipta untuk mempunyai dikembangkan suatu lemari es yang memelihara ruang yang didinginkan pada yang beroperasi dalam suatu ruang di mana temperatur adalah 25 c dan itu mempunyai suatu polisi 13.5 adalah klaim ini layak.

Solusi adalah suatu klaim luar biasa buat kan bagi capaian suatu lemari es diharapkan untuk dievaluasi.
Assumtions kondisi operasi mantap ada.
Analisa adalah capaian dari lemari es ini ( yang ditunjukkan di dalam gambar 6-5) kaleng dievaluasi dengan membandingkan nya dengan suatu lemari es dapat dibalik yang beroperasi antara batas temperatur yang sama: Discusson ini menjadi polisi yang paling tinggi adalah suatu lemari es dapat mempunyai ketika panas sangat menarik dari suatu medium dingin pada 2 c dan menolak nya pada suatu medium lebih hangat pada 25 c karena polisi yang diklaim oleh pencipta adalah di atas nilai maksimum ini adalah klaim palsu.
Rumah tangga Lemari es
Lemari es untuk memelihara makanan mudah menjadi rusak sudah lama salah satu dari peralatan yang penting di dalam suatu rumah tangga. Mereka sudah terbukti yang sangat dapat dipercaya dan tahan lama, menyediakan layanan memuaskan untuk lebih 15 tahun. Suatu rumah tangga lemari es khas benar-benar suatu kombinasi refrigerator-freezer karena itu mempunyai suatu lemari es kompartemen untuk membuat es dan untuk menyimpan makanan dibekukan. Lemari es masa kini menggunakan sangat sedikit energi sebagai hasil penggunaan lebih kecil dan higher-efficiency motor dan penekan, material penyekatan lebih baik, area permukaan coil lebih besar, dan segel pintu lebih baik ( Buah ara. 6-54) Jumlah energi yang dikonsumsi oleh lemari es dapat diperkecil oleh praktek konservasi baik mengukur dibahas di bawah.
1. Mbukalah lemari es pintu yang paling sedikit yang mungkin untuk janga waktu yang paling pendek mungkin. Setiap kali lemari es pintu dibuka, udara yang dingin di dalam digantikan oleh udara yang lebih hangat di luar, yang mana) perlu untuk didinginkan. Melihara lemari es atau lemari es yang penuh akan menyelamatkan energi dengan mengurangi jumlah udara dingin yang dapat lepas setiap kali pintu dibuka.
2. dingin makanan Yang panas ke suhu-kamar yang pertama sebelum meletakkan nya ke dalam lemari es itu. PerGerakkan suatu panci panas dari tungku yang secara langsung ke dalam lemari es yang tidak hanya memboroskan energi dengan pembuatan lemari es bekerja lebih panjang, tetapi itu juga menyebabkan makanan yang mudah menjadi rusak yang dekat untuk merusak dengan menciptakan suatu lingkungan hangat yang segera nya Buah.
3. Bersihkanlah coil pemadat menempatkan di belakang atau di bawah lemari es itu. kotoran dan Debu yang mengumpulkan pada atas coil bertindak sebagai isolasi/penyekatan yang melambatkan disipasi bahang sampai mereka. Bersihkanlah coil sepasang satu tahun dengan suatu tempat sampah kain atau suatu penghisap debu akan meningkatkan mendingin kemampuan menyangkut lemari es selagi mengurangi konsumsi kuasa oleh beberapa persen. Kadang-Kadang suatu fan;penggemar digunakan untuk force-cool adalah memadatkan besar atau built-in lemari es, dan gerakan udara yang kuat menyimpan coil membersihkan.
4. Meriksalah gasket pintu untuk udara bocor. Ini bisa dilakukan dengan penempatan suatu lampu senter ke dalam lemari es, memadamkan cahaya dapur, dan cahaya mencari bocor. Pemindahan kalor sampai daerah gasket pintu meliputi hampir sepertiga menyangkut panas reguler memuat dari lemari es, dan begitu manapun gasket pintu cacat harus diperbaiki dengan seketika.
5. Hindarilah temperatur tak penting rendah yang menentukan. temperatur Yang direkomendasikan untuk lemari es temperatur untuk lemari es dan lemari es makan - 18C dan 3 C, berturut-turut. Nentukanlah lemari es temperatur di bawah - 18C menambahkan dengan mantap kepada konsumsi energi tetapi tidak menambahkan kebanyakan hidup penyimpanan dari makanan dibekukan.
6. Hindari[lah es berlebihan membangun pada bagian dalam permukaan dari aparat penguap. es Lapisan pada permukaan bertindak sebagai penyekatan dan melambatkan pemindahan kalor dari lemari es bagian kepada bahan pendingin itu. Lemari es harus defrosted dengan dengan tangan memadamkan sakelar layan temperatur ketika ketebalan es melebihi beberapa milimeter.
7. Gunakanlah power-saver tombol yang mengendalikan pemanasan coil dan mencegah pemadatan pada permukaan yang di luar di dalam lingkungan lembab. Low-Wattage alat pemanas digunakan untuk menaikkan temperatur dari permukaan luar lemari es pada penempatan kritis di atas titik embun dalam rangka menghindari air droplets membentuk pada permukaan dan meluncur ke bawah.
8. Tidak menghalangi angkasa mengalir jalan lintasan ke dan dari coil pemadat dari lemari es. Panas yang diusir oleh pemadat kepada angkasa terpesona dengan kapal terbang itu masuk melalui sisi dan alas dari lemari es dan daun-daun sampai puncak itu. Manapun kemacetan ilian alam peredaran udara alur ini oleh object besar seperti beberapa gandum bertinju di atas sekali menyangkut lemari es akan menurunkan pangkat capaian dari pemadat dan begitu lemari es ( Buah ara. 6-57).

Sabtu, 12 Juni 2010

shogun fi


















penuh sejarah..... semua akan terkenang dengan sangat rapi....

budidaya singkong yang menguntungkan

Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

Budidaya SINGKONG Mekarmanik
(Potensi Umbi 15 - 20kg perpohon)
1. SEJARAH SINGKAT
Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta Crantz sin.
Varietas-varietas ketela pohon unggul yang biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4
3. MANFAAT TANAMAN
Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan.
4. SENTRA PENANAMAN
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

Di dunia ketela pohon merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negaranegara sentra ketela pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di Indonesia di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
a)
Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ketela pohon antara 1.500-2.500 mm/tahun.
b)
Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela kohon sekitar 10 derajat C. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
c)
Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%.
d)
Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
5.2. Media Tanam
a)
Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Untuk pertumbuhan tanaman ketela pohon yang lebih baik, tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya.
b)
Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
c)
Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5-8,0 dengan pH ideal 5,8. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0-5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ketela pohon antara 10–700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10–1.500 m dpl. Jenis ketela pohon tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1) Persyaratan Bibit
Bibit yang baik untuk bertanam ketela pohon harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a)
Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
b)
Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam.
c)
Batangnya telah berkayu dan berdiameter + 2,5 cm lurus.
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

d)
Belum tumbuh tunas-tunas baru.
2) Penyiapan Bibit
Penyiapan bibit ketela pohon meliputi hal-hal sebagai berikut:
a)
Bibit berupa stek batang.
b)
Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai tengah.
c)
Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25–30 batang stek.
d)
Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut ke lokasi penanaman.
e)
Sebelum stek di tanam, rendam stek batang dengan larutan pupuk hayati MiG-6PLUS dengan dosis 10ml MiG-6PLUS dengan air 2-3 liter, rendam selama 3 jam.
6.2. Pengolahan Media Tanam
1)
Persiapan
Kegiatan yang perlu dilakukan sebelum pengolahan lahan adalah:
a)
Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester.
b)
Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
c)
Penetapan jadwal/waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman yang sejenis.
d)
Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan pasar. Apabila pada saat panen nantinya harga akan anjlok karena di daerah sentra penanaman terjadi panen raya maka volume produksi diatur seminimal mungkin.
2)
Pembukaan dan Pembersihan Lahan
Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak, seperti kerbau, sapi, atau pun dengan mesin traktor. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau, pada tanah tegalan yang arealnya relatif lebih sempit oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.
3)
Pembentukan Bedengan
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pembentukan bedengan/larikan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.
4)
Pengapuran (apabila sangat masam)
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam/tanah gembut, perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCO3). Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran adalah 1-2,5 ton/ha. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.
5)
Setelah lahan siap (3 hari Sebelum tanam), semprotkan larutan MiG-6PLUS pada titik-titk penanaman, pada Tahap ini pupuk hayati MiG-6PLUS yang dibutuhkan adalah sebanyak 2 liter per hektar.
6.3. Teknik Penanaman
1)
Penentuan Pola Tanam
Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif, yaitu 150 X 100 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 300 X 150 cm.
2)
Cara Penanaman
Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1)
Penyulaman
Untuk bibit yang mati/abnormal segera dilakukan penyulaman, yakni dengan cara mencabut dan diganti dengan bibit yang baru/cadangan. Bibit atau tanaman muda yang mati harus diganti atau disulam. Pada umumnya petani maupun pengusaha mengganti tanaman yang mati dengan sisa bibit yang ada. Bibit sulaman yang baik seharusnya juga merupakan tanaman yang sehat dan tepat waktu untuk ditanam. Penyulaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas. Waktu penyulaman adalah minggu pertama dan minggu kedua setelah penanaman. Saat penyulaman yang melewati minggu ketiga setelah penanaman mengakibatkan
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

perbedaan pertumbuhan yang menyolok antara tanaman pertama dan tanaman sulaman.
2)
Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/ tanaman liar/pengganggu (gulma) yang hidup di sekitar tanaman. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 (dua) kali penyiangan.
3)
Pembubunan
Cara pembubunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan setelah itu dibuat seperti guludan. Waktu pembubunan dapat bersamaan dengan waktu penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila tanah sekitar tanaman Ketela pohon terkikis karena hujan atau terkena air siraman sehingga perlu dilakukan pembubunan/di tutup dengan tanah agar akar tidak kelihatan.
4)
Perempelan/Pemangkasa
Pada tanaman Ketela pohon perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas karena minimal setiap pohon harus mempunyai cabang 2 atau 3 cabang. Hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi di musim tanam mendatang.
5)
Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan sistem pemupukan berimbang antara N, P, K dengan dosis Urea=100 kg; TSP=50 kg dan KCl=100 kg. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K= 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N:P:K= 2/3 : 0 : 2/3.

Pemberian pupuk hayati MiG-6PLUS selanjutnya adalah pada umur tanaman 2bulan, 4bulan dan 6 bulan. Masing-masing 2 liter per hektar. Diberikan pada tanah disekitar perakaran. Cara pemberian dapat disemprotkan menggunakan sprayer (dibilas dahulu dengan air bersih) atau dengan cara di siramkan.
6)
Pengairan dan Penyiraman
Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.
7)
Waktu Penyemprotan Pestisida
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

Jenis dan dosis pestisida disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Penyemprotan pestisida paling baik dilakukan pada pagi hari setelah embun hilang atau pada sore hari. Dosis pestisida disesuaikan dengan serangan hama dan penyakit, baca dengan baik penggunaan dosis pada label merk obat yang digunakan. Apabila hama dan penyakit menyerang dengan ganas maka dosis pestisida harus lebih akan tetapi penggunaannya harus hati-hati karena serangga yang menguntungkan dapat ikut mati.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
a)
Uret (Xylenthropus)
Ciri: berada dalam akar dari tanaman. Gejala: tanaman mati pada yg usia muda, karena akar batang dan umbi dirusak. Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur sevin pada saat pengolahan lahan.
b)
Tungau merah (Tetranychus bimaculatus)
Ciri: menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut. Gejala: daun akan menjadi kering. Pengendalian: menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang banyak.
7.2. Penyakit
a)
Bercak daun bakteri
Penyebab: Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG . Gejala: bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati. Pengendalian: menanam varietas yang tahan, memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit, melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun
b)
Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith)
Ciri: hidup di daun, akar dan batang. Gejala: daun yang mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. Akar, batang dan umbi langsung membusuk. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman, menanam varietas yang tahan seperti Adira 1, Adira 2 dan Muara, melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat.
c)
Bercak daun coklat (Cercospora heningsii)
Penyebab: cendawan yang hidup di dalam daun. Gejala: daun bercak-bercak coklat, mengering, lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati. Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam, penanaman varietas yang tahan, pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.
d)
Bercak daun konsentris (Phoma phyllostica)
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

Penyebab: cendawan yang hidup pada daun. Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda. Pengendalian: memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit .
7.3. Gulma
Sistem penyiangan/pembersihan secara menyeluruh dan gulmanya dibakar/dikubur dalam seperti yang dilakukan umumnya para petani Ketela pohon dapat menekan pertumbuhan gulma. Namun demikian, gulma tetap tumbuh di parit/got dan lubang penanaman. Khusus gulma dari golongan teki (Cyperus sp.) dapat di berantas dengan cara manual dengan penyiangan yang dilakukan 2-3 kali permusim tanam. Penyiangan dilakukan sampai akar tanaman tercabut. Secara kimiawi dengan penyemprotan herbisida seperti dari golongan 2,4-D amin dan sulfonil urea. Penyemprotan harus dilakukan dengan hati-hati. Sedangkan jenis gulma lainnya adalah rerumputan yang banyak ditemukan di lubang penanaman maupun dalam got/parit. Jenis gulma rerumputan yang sering dijumpai yaitu jenis rumput belulang (Eleusine indica), tuton (Echinochloa colona), rumput grintingan (Cynodon dactilon), rumput pahit (Paspalum distichum), dan rumput sunduk gangsir (digitaria ciliaris). Pembasmian gulma dari golongan rerumputan dilakukan dengan cara manual yaitu penyiangan dan penyemprotan herbisida berspektrum sempit misalnya Rumpas 120 EW dengan konsentrasi 1,0-1,5 ml/liter.
8. PANEN
8.1. Ciri dan Umur Panen
Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon telah mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk varietas Dalam.
8.2. Cara Panen
Ketela pohon dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah.
9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan
Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.
9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pemilihan atau penyortiran umbi ketela pohon sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.
9.3. Penyimpanan
Cara penyimpanan hasil panen umbi ketela pohon dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a)
Buat lubang di dalam tanah untuk tempat penyimpanan umbi segar ketela pohon tersebut. Ukuran lubang disesuaikan dengan jumlah umbi yang akan disimpan.
b)
Alasi dasar lubang dengan jerami atau daun-daun, misalnya dengan daun nangka atau daun ketela pohon itu sendiri.
c)
Masukkan umbi ketela pohon secara tersusun dan teratur secara berlapis kemudian masing-masing lapisan tutup dengan daun-daunan segar tersebut di atas atau jerami.
d)
Terakhir timbun lubang berisi umbi ketela pohon tersebut sampai lubang permukaan tertutup berbentuk cembung, dan sistem penyimpanan seperti ini cukup awet dan membuat umbi tetap segar seperti aslinya.
9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Pengemasan umbi ketela pohon bertujuan untuk melindungi umbi dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Untuk pasaran antar kota/ dalam negeri dikemas dan dimasukkan dalam karung-karung goni atau keranjang terbuat dari bambu agar tetap segar. Khusus untuk pemasaran antar pulau maupun diekspor, biasanya umbi ketela pohon ini dikemas dalam bentuk gaplek atau dijadikan tepung tapioka. Kemasan selanjutnya dapat disimpan dalam karton ataupun plastik-plastik dalam pelbagai ukuran, sesuai permintaan produsen. Setelah dikemas umbi ketela pohon dalam bentuk segar maupun dalam bentuk gaplek ataupun tapioka diangkut dengan alat trasportasi baik tradisional maupun modern ke pihak konsumen, baik dalam maupun luar negeri.
10. STANDAR PRODUKSI
10.1.Ruang Lingkup
Standar produksi ini meliputi: klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan, cara pengemasan dan rekomendasi untuk tapioka.
10.2.Diskripsi
Standar mutu ketela pohon (tepung tapioka) di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-345-1994.
10.3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Syarat mutu terdiri dari dua bagian :
a) Syarat organoleptik
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

1. Sehat (sound).
2. Tidak berbau apek atau masam.
3. Murni.
4. Tidak kelihatan ampas dan/atau bahan asing.
b) Syarat Teknis
1. Kadar air maksimum (%): mutu I=15; mutu II=15; mutu III=15.
2. Kadar abu maksimum (%): mutu I=0,60; mutu II=0,60; mutu III=0,60.
3. Serat dan benda asing maksimum (%): mutu I=0,60; mutu II=0,60; mutu III=0,60.
4. Derajat putih minimum (BaSO4=100%) (%): mutu I=94,5; mutu II=92,0; mutu III=92.
5. Kekentalan (Engler): mutu I=3-4; mutu II=2,5-3; mutu III<2,5.
6. Derajat asam maksimum (Ml IN Na): mutu I=3; mutu II=3; mutu III=3.
7. Cemaran logam: ** OH/100 gram
- Timbal (Pb) (mg/kg): mutu I=1,0; mutu II=1,0; mutu III=1,0.
- Tembaga (Cu) (mg/kg): mutu I=10,0; mutu II=10,0; mutu III=10,0.
- Seng (Zn) (mg/kg): mutu I=40; mutu II=40; mutu III=40.
- Raksa (Hg) (mg/kg): mutu I=0,05; mutu II=0,05; mutu III=0,05.
8. Arsen (AS) ** (mg/kg): mutu I=0,5; mutu II=0,5; mutu III=0,5.
9. Cemara Mikroba:**
-
Angka lempeng total maksimum (koloni/gram): mutu I=1,0 x100; mutu I=1,0x100; mutu III=1,0x100.
-
E. Coli maksimum(koloni/gram): mutu I=10; mutu II=10; mutu III=10.
-
Kapang maksimum (koloni/gram): mutu I=1,0x104 ; mutu II=1,0x104; mutu III=1,0x104.
Keterangan:
** Dipersyaratkan bila dipergunakan sebagai bahan makanan.
1.
Kadar air ialah jumlah kandungan air yang terdapat dalam ketela pohon dinyatakan dalam persen dari berat bahan.
2.
Kadar abu ialah banyaknya abu yang tersisa apabila tapioka dipijar pada suhu 500 oC yang dinyatakan dalam persen berat bahan.
3.
Serat, ialah bagian dari tapioka dalam bentuk cellulosa dan dinyatakan dalam persen berat bahan.
4.
Benda asing ialah semua benda lain (pasir, kayu, kerikil, logam-logam kecil) yang tercampur pada ketela pohon, dinyatakan dalam persen dari berat bahan.
5.
Derajat putih, ialah tingkat atau derajat keputihan dari pada ketela pohon yang dibandingkan dengan derajat putih BaSO4 = 100 % dinyatakan dalam angka.
6.
Kekentalan ialah derajat kekentalanm dari pada larutan ketela pohon dinyatakan dengan derajat Elger.
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

7.
Derajat asam ialah derajat asam pada ketela pohon yang dinyatakan dalam mililiter per gram.
Untuk mendapatkan mutu singkong yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian mutu singkong yang diantaranya adalah :
a)
Kadar air: timbang dengan teliti kira-kira 5 gram contoh, tempatkan dalam cawan porselen/silika/platina panaskan dalam oven dengan suhu 105 ± 1 oC selama 5 jam. Dinginkan dalam eksikator sampai tercapai suhu kamar, lalu timbang. Panaskan lagi 30 menit lalu dinginkan dalam eksikator. Ulangi pengerjaan tersebut 3-4 kali sampai diperoleh berat antara 2 penimbangan berturut-turut lebih kecil dari 0,001 gram.
b)
Kadar abu: timbang 5 gram contoh kedalam cawan porselen,/silika/platina yang sudah ditimbang beratnya. Pijarkan cawan berisi contoh diatas pembakar mecer kira-kira 1 jam, mula-mula api kecil lalu api dibesarkan sampai terjadi perubahan contoh menjadi arang. Sempurnakan pemijaran arang didalam tanur pada suhu 580-620 oC sampai menjadi abu. Pindahkan cawan dalam tanur kedalam oven pada pada suhu sekitar 100 oC, selama 1 jam. Dinginkan cawan berisi abu dalam eksikator sampai tercapai suhu kamar antara 15-30 oC, lalu timbang. Ulangi pengerjaan pemijaran dan pendinginan, sehingga diperoleh perbedaan berat antara dua pertimbangan berturut-turut lebih kecil daripada 0,001 gram.
c)
Kadar serat dan benda asing: timbang kira-kira 2,5 gram contoh yang telah dikeringkalalu dituangkan kedalam labu dengan ditambah asam sulfat encer 1,25% yang telah dididih sebanyak 200 ml, pasangkan segera labu dengan pendingin balik yang dialiri air. Panaskan abu hingga mendidih selama 30 menit, pada saat mendidih sesekali labu digoyangkan agar semua contoh terasam dan tidak terjadi gosong pada dinding dalam labu. Tanggalkan labu, lalu saring dengan kain halus 18 serat/cm yang dipasang pada corong penyaring. Cuci residu dengan air mendidih sampai filtrat bersifat netral dan 200 ml larutan natrium hidroksida lalu pindahkan residu di atas kain kedalam labu. Didihkan kembali labu selama 30 menit, lalu tanggalkan labu dan segera saring dengan kain saring kemudian cuci residu dengan air mendidih sampai filtrat bersifat netral. Pindahkan residu kedalam cawan Gooch yang telah dilapisi serat asbes dibantu pompa air, cuci residu dengan air panas dan dibilas dengan 15 ml etil alkohol 95 %. Keringkan cawan dan isinya pada suhu 104-106 oC dalam oven, kemudian dinginkan hingga tercapai suhu kamar, lalu ditimbang. Ulangi pengeringan dan penurunan suhu dalam eksikator 2-3 kali masing-masing 30 menit hingga mencapai bobot tetap. Pijarkan cawan gooch dan isinya pada suhu 580–620 oC sampai menjadi abu lalu tempatkan dalam oven (suhu ± 100 oC) selama 30 menit, dinginkan dalam eksikator sampai suhu kamar,
Sumber:

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
MIG Corp.

lalu timbang. Ulangi pengeringan dan penurunan suhu dalam eksikator 2-3 kali, masing masing 30 menit hingga diperoleh bobot tetap (W2).
d)
Derajat Putih: tuangkan BaSO4 murni kedalam cuvet dan tentukan reflaktan pada skala 100, lalu tuangkan contoh kedalam cuvet lainnya.
e)
Derajat kekentalan Engler: timbang 10 gram bahan, tuangkan edalam gelas piala (500 ml) lalu tambahkan 100 ml etanol 70 % yang sudah dinetralkan dengan indikator phenol ptalein, lalu kocok selama 1 jam pada alat penggosok mekanik natrium hidroksida 0,1 N. Saring dengan cepat melalui kertas saring kering, pipet 50 ml saring, tuangkan kedalam erlenmeyer 500 ml dan titar saringan dengan larutan natrium hidroksida 0,1 N dengan indikator phenol ptalein.
f)
Cemaran logam: masukan contoh kedalam erlenmeyer 250 ml, 10 ml H2SO4, 0,5 gram KMnO4 dan direfluks hingga mendidih serta warna violet hilang. Tamabah 0,2 gram KMnO4 dan pemanas diteruskan hingga KMn04 1,5 gram. Didihkan kembali selama 5 menit, dinginkan dan tambahkan Hydroxylamine Hydrochoride samapi warna hilang, setelah itu tambahkan 1 ml Hydroxylamine hydrochoride dan 2 ml asam asetan, pindahkan larutan kedalam labu pemisah tambahkan 10 ml larutan Dhitizone, kocok selama 2 menit. Pindahkan lapisan chloroform ke dalam corong pemisah yang mengandung 25 ml NH40H kemudian kocok, cuci dengan 10 ml H2SO4 IN dan buat larutan baku (larutkan 0,9155 grm Pb Ac2 3H20 dalam air, tambahkan 5 ml HNO3 encerkan 500 ml dengan air), dari larutan ini diambil 1 ml diencerkan menjadi 100 ml. Sedangkan cara uji tembaga dan seng, raksa, arsen, angka lempeng total, bakteri coliform dan eschericia coli sesuai dengan SNI 01–3451–1994, tapioka.
10.4.Pengambilan Contoh
Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung dengan maksimum maksimum 30 karung. Pengambilan contoh dilakukan beberapa kali, sampai mencapai berat 500 gram. Contoh kemudian disegel dan diberi label.
Petugas pengambil contoh harus orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu.
10.5.Pengemasan
Tapioka dikemas dengan karung goni baru jenis ATWILL/Blacu yang baik, bersih, cukup memenuhi syarat eksport, mulutnya dijahit dengan kuat. Isi paling banyak untuk karung blacu 50 kg bersih, atau karung goni maksimum 100 kg/bersih. Dibagian luar kemasan ditulis dengan bahan yang tidak mudah luntur, jelas terbaca, antara lain:
a)
Produksi Indonesia.
b)
Nama barang atau jenis barang.
c)
Nama perusahaan atau ekspiortir.
d)
Berat bersih.
e)
Berat kotor.
f)
Negara/tempat tujuan.
APA ITU CINTa?

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.